Tuesday, January 31, 2012

Psikolinguistik : Gangguan Berbahasa


GANGGUAN BERBAHASA
Gangguan berbahasa ini secara garis besar dapat dibagi dua. Pertama, gangguan akibat faktor medis; Yang dimaksud dengan faktor medis adalah gangguan, baik akibat kelainan fungsi otak maupun kelainan alat-alat bicara dan kedua, akibat faktor lingkungan sosial. Sedangkan, yang dimaksud dengan faktor lingkungan sosial adalah lingkungan kehidupan yang tidak alamiah manusia, seperti tersisih atau terisolasi dari lingkungan kehidupan masyarakat manusia yang sewajarnya.

Faktor medis:
·         Gangguan Mekanisme Berbicara: gangguan berbicara akibat kelainan pada paru-paru (pulmonal), pada pita suara (laringal), pada lidah (lingual), dan pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal)
·         Gangguan Akibat Multifaktorial:
Berbicara Serampangan: sembrono adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan “menelan“ sejumlah suku kata, sehingga apa yang diucapkan sukar dipahami,
Berbicara Propulsif: propulsif biasanya terdapat pada para penderita penyakit Parkinson (kerusakan pada otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar, kaku, dan lemah).
Berbicara Mutis (Mutisme): tidak berbicara sama sekali. Sebagian dari mereka mungkin masih dapat dianggap membisu, yakni memang sengaja tidak mau berbicara.
·         Gangguan Psikogenik
Berbicara Manja: ada kesan anak (orang) yang melakukannya meminta perhatian untuk dimanja
Berbicara Kemayu: perangai kewanitaan yang berlebihan.
Berbicara Gagap: berbicara yang kacau karena sering tersendat-sendat, mendadak berhenti, lalu mengulang-ulang suku kata pertama, kata-kata berikutnya, dan setelah berhasil mengucapkan kata-kata itu kalimat dapat diselesaikan
Berbicara Latah: menirukan apa yang dikatakan orang lain.
·         Kerusakan Otak: Kerusakan pada daerah Borca dan Wernicke menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia, dalam hal ini Broca sendiri menamai afemia.
·         Gangguan Berpikir:
Pikun (Demensia): kurangnya berfikir, sehingga ekspresi verbalnya diwarnai dengan kesukaran menemukan kata-kata yang tepat. Kalimat seringkali diulang-ulang.
Sisofrenik: Para penderita ini dapat mengucapkan word-salad ini dengan lancar, dengan volume yang cukup, ataupun lemah sekali. Tidak banyak berkomunikasi dengan dunia luar, tetapi banyak berdialog dengan diri sendiri. Ekspresi verbal terbatas, tetapi kegiatan dalam dunia bahasa internal (berbahasa dalam pikiran diri sendiri) sangat ramai.
Depresif: . Kelancaran bicaranya terputus oleh tarikan napas dalam, serta pelepasan napas keluar yang panjang.

Faktor Lingkungan Sosial
·         Yang dimaksud dengan akibat faktor lingkungan adalah terasingnya seorang anak manusia, yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan kehidupan manusia. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia.

Reference : Berbagai Sumber

0 komentar:

Post a Comment